MISTERI TAPAK CANDI AGUNG
Oleh : Sindang Langit Banua
Bermula ceritera pada hari yang terik di bulan puasa yang bertepatan jatuh pada bulan
september 2008 lalu. Kutelusuri jalan dari Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai
Tengah menuju kota Amuntai di Kabupaten
Hulu Sungai Utara yang terkenal memiliki kejayaan peradaban masa lalu, pada
zaman Raja Puteri Junjung Buih yang bernama Nagara Dipa
Jujur, ketertarikanku dengan situs Candi Agung ini
sebenarnya sudah sangat lama, karena adanya sejumlah informasi yang
kudapatkan baik secara tutur, studi pustaka/literatur dan sumber
internet. Rasa ini akhirnya membawaku berpetualang
ke alam masa lalu dengan mengunjungi
situs ini serta untuk menambah informasi yang secara real dengan melihat situs
secara langsung ,benda temuan peninggalan & rekaman lensa yang ada di
musium situs Candi Agung dari dekat serta sedikit ngobrol santai dengan pemelihara situs
disana,sang juru rawat situspun bercerita dengan begitu semangat ceritanya pun panjang, dari semacam legenda
yang sakral sampai beberapa kisah mistis yang
terjadi disini.
Akupun meminta izin kepada juru rawat situs untuk mengambil
foto foto di situs tersebut, dari bentuk bangunan yang sudah mengalami
pemugaran hingga batu bata tanah liat yang berukuran ekstra besar bersusun
berundak undak yang disebut sebut sebagai “situs
Candi Agung”.
Sedikit pengamatan kulakukan terhadap susunan batu bata berundak
undak yang ‘ujar’ juru rawat disana adalah “asli” dari hasil penemuan penggalian disitus tersebut dan disusun
kembali bentuknya seperti halnya
bangunan tersebut pada zaman lampau.
Ada sesuatu yang menurutku sangat menarik mengenai situs ini.......,
secara explisit aku belum menemukan ataupun mendapatkan ceritera tutur tentang proses pembangunan Candi Agung ini dimasa lampau & dari literatur
yang pernah kubaca hanya menyebutkan : pembangunan candi ini bertujuan sebagai
tempat sakral yang disampingnya didirikan mahligai sebagai tempat Raja Puteri
bersemayam memerintah dan mengatur Nagara Dipa, tapi tidak dijelaskan bentuk
rupa bangunan dan proses pembuatannya secara mendetail.
Data data yang ada di musium situs Candi Agung pun hanya memperkirakan bentuk bangunan Candi
dari reruntuhannya saja. Seperti halnya pada pembuatan beberapa candi di pulau
Jawa, semisal Candi Prambanan yang menimbulkan mitos dan legenda pembuatan
candi atas kesaktian Bandung Bondowoso dengan bantuan mahkluk halus dalam pembuatannya
dan Puteri Rorojonggrang yang menjadi
tumbal pelengkap ke 1000 buah arcanya. Akankah hal serupa juga terjadi pada
pembuatan Candi Agung ini? Adakah kemungkinannya Candi Agung memiliki kemiripan
kisah seperti kisah Candi Prambanan tersebut???
Dari pengamatan yang secara
tidakdisengaja dan aku bukan seorang cenayang yang dengan leluasa bisa menembus
batas alam dimensi lain ini hanya bisa membuat praduga, dimana pada undak
undakan batu bata Candi Agung yang
diambil fotonya, aku menemukan beberapa cetakan yang bermacam macam “tapak” dari bekas artefak cetakan
tangan manusia, berbagai atrefak cetakan kaki hewan, dan malah ada cetakan yang
menurutku sangat aneh bentuknya, mungkinkah itu juga cetakan kaki dari hewan
yang sudah punah atau memang aku yang tidak pernah melihat secara langsung
bentuk hewan tersebut, atau mungkinkah itu cetakan dari tangan tangan makhluk
alam sebelah yang ikut membantu dalam pembuatan batu bata dan pembangunan candi
Agung? Dan hingga sampai kini aku belum
menemukan jawaban yang sebenarnya yang masih terus menggelitik dibenakku. Dan hal
ini jualah yang membuatku terinspirasi untuk membuat tulisan sederhana ini,
yang kuberi judul “ Misteri Tapak
Candi Agung”
Entahlah, hanya Tuhan yang Maha Mengetahui yang nampak maupun yang
tersembunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar