Sabtu, 05 Oktober 2013

Bertualang Ke Masa Lalu



MISTERI TAPAK CANDI AGUNG
Oleh : Sindang Langit Banua
Bermula ceritera pada hari yang terik di  bulan puasa yang bertepatan jatuh pada bulan september 2008 lalu. Kutelusuri jalan dari Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah menuju kota Amuntai  di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang terkenal memiliki kejayaan peradaban masa lalu, pada zaman Raja Puteri Junjung Buih yang bernama Nagara Dipa
Jujur, ketertarikanku dengan situs Candi Agung ini sebenarnya sudah sangat lama, karena adanya sejumlah  informasi yang  kudapatkan baik secara tutur, studi pustaka/literatur dan sumber internet.  Rasa ini akhirnya membawaku berpetualang ke  alam masa lalu dengan mengunjungi situs ini serta untuk menambah informasi yang secara real dengan melihat situs secara langsung ,benda temuan peninggalan & rekaman lensa yang ada di musium situs Candi Agung dari dekat serta  sedikit ngobrol santai dengan pemelihara situs disana,sang juru rawat situspun bercerita dengan begitu semangat  ceritanya pun panjang, dari semacam legenda yang sakral sampai beberapa kisah mistis yang  terjadi disini.
Akupun meminta izin kepada juru rawat situs untuk mengambil foto foto di situs tersebut, dari bentuk bangunan yang sudah mengalami pemugaran hingga batu bata tanah liat yang berukuran ekstra besar bersusun berundak undak yang disebut sebut sebagai “situs Candi Agung”.
Sedikit pengamatan kulakukan terhadap susunan batu bata berundak undak yang ‘ujar’ juru rawat disana adalah “asli” dari hasil penemuan penggalian disitus tersebut dan disusun kembali  bentuknya seperti halnya bangunan tersebut pada zaman lampau.
Ada sesuatu yang menurutku sangat menarik mengenai situs ini......., secara explisit aku belum menemukan ataupun mendapatkan ceritera tutur  tentang proses pembangunan Candi  Agung ini dimasa lampau & dari literatur yang pernah kubaca hanya menyebutkan : pembangunan candi ini bertujuan sebagai tempat sakral yang disampingnya didirikan mahligai sebagai tempat Raja Puteri bersemayam memerintah dan mengatur Nagara Dipa, tapi tidak dijelaskan bentuk rupa bangunan dan proses pembuatannya secara mendetail.
Data data yang ada di musium situs Candi Agung pun  hanya memperkirakan bentuk bangunan Candi dari reruntuhannya saja. Seperti halnya pada pembuatan beberapa candi di pulau Jawa, semisal Candi Prambanan yang menimbulkan mitos dan legenda pembuatan candi atas kesaktian Bandung Bondowoso dengan bantuan mahkluk halus dalam pembuatannya dan Puteri Rorojonggrang  yang menjadi tumbal pelengkap ke 1000 buah arcanya. Akankah hal serupa juga terjadi pada pembuatan Candi Agung ini? Adakah kemungkinannya Candi Agung memiliki kemiripan kisah seperti kisah Candi Prambanan tersebut???
Dari pengamatan  yang secara tidakdisengaja dan aku bukan seorang cenayang yang dengan leluasa bisa menembus batas alam dimensi lain ini hanya bisa membuat praduga, dimana pada undak undakan batu bata Candi Agung  yang diambil fotonya, aku menemukan beberapa cetakan yang bermacam macam “tapak” dari bekas artefak cetakan tangan manusia, berbagai atrefak cetakan kaki hewan, dan malah ada cetakan yang menurutku sangat aneh bentuknya, mungkinkah itu juga cetakan kaki dari hewan yang sudah punah atau memang aku yang tidak pernah melihat secara langsung bentuk hewan tersebut, atau mungkinkah itu cetakan dari tangan tangan makhluk alam sebelah yang ikut membantu dalam pembuatan batu bata dan pembangunan candi Agung?  Dan hingga sampai kini aku belum menemukan jawaban yang sebenarnya yang masih terus menggelitik dibenakku. Dan hal ini jualah yang membuatku terinspirasi untuk membuat tulisan sederhana ini, yang kuberi judul “ Misteri Tapak Candi  Agung
Entahlah, hanya Tuhan yang  Maha Mengetahui yang nampak maupun yang tersembunyi. 





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar